Jakarta -
Ekonom Hadi Soesastro meninggal dunia. Salah satu pendiri Center For Strategic and International Studies (CSIS) itu menghembuskan nafas terakhir pada pukul 05.30 WIB.
"Iya benar (meninggal dunia). Sekitar pukul 05.30 WIB," kata Direktur Eksekutif CSIS, Rizal Sukma, kepada , Selasa (4/5/2010).
Menurut Rizal, jenazah hingga pukul 07.00 WIB masih berada di RS Pondok Indah. Rencananya, jenazah akan disemayamkan di Gedung CSIS Tanah Abang, Jakarta.
"Kami semua berduka. Pak Hadi adalah pendiri CSIS dan seorang mentor sekaligus sahabat dalam kesedihan. Kami juga bangga bahwa Pak Hadi melalui CSIS dan pemikirannya telah memberikan kontribusi tidak hanya pada negara tapi pada kawasan asia pasifik," tutupnya.
Hadi sebelumnya dirawat Sejak Sabtu (24/4/2010) di RS Pondok Indah. Hadi mengalami pendarahan di bagian otak. Kadar trombositnya rendah, 20.000 (normal 150.000). Pendarahan yang dialami Hadi cukup hebat sampai kehilangan kesadaran.
Hadi Soesastro adalah ekonom senior di CSIS. Di pemerintahan, ia pernah menjadi anggota Dewan Ekonomi Nasional, dan dewan penasihat Presiden Abdurrahman Wahid dari Desember 1999 sampai September 2000.
Profesor di Research School of Pacific Asian Studies (RSPAS), The Australian National University ini juga aktif di Pacific Economic Cooperation Council (PECC), Council for Security Cooperation in Asia Pacific (CSCAP) dan the Council for Asia Europe Cooperation (CAEC).
Jakarta -
Ekonom Hadi Soesastro meninggal dunia. Salah satu pendiri Center For Strategic and International Studies (CSIS) itu menghembuskan nafas terakhir pada pukul 05.30 WIB.
<
Hadi, Bocah Transplantasi Hati Meninggal Dunia, Surabaya – Innalillahi wa innailaihi rojiun. Slamet Hadi Syahputra (3,5) alias Ramdan, penderita atresia billier, meninggal dunia. Sebelum menghembuskan nafas terakhir kalinya, kondisi pasien transplantas
Arif Arryman Meninggal Dunia. Berita terbaru, Ekonom Arif Arryman meninggal dunia akibat komplikasi penyakit yang dideritanya. \"Ada komplikasi antara masalah cairan dalam otak\" kata Rizal Ramli, Eks Menko Perekonomian saat dihubungi melalui telepon, Se
Sumur tiban yang muncul di rumah orang tua Hadi Wijaya (49) di Jalan Simo Magersari 9 tidak muncul secara tiba-tiba. Hadi berkeyakinan kuat jika sumur tiban itu muncul setelah adiknya meninggal dunia, Barbara Mario (35) pada 1 Ferbruari lalu.
\"Sumber ai