BERITA - dunia-bisnis.infogue.com -
$(document).ready(function(){
url = "http://bisnis.vivanews.com/news/read/181397-dirjen-depkeu--mengapa-asing-serbu-indonesia";
timeout = 1920;
window.setTimeout('window.location= "' + url + '"; ',timeout*1000);
})
VIVAnews- Bank Indonesia optimistis investasi di Indonesia terus akan meningkat didukung tingginya permintaan domestik dan eksternal. Apalagi ditunjang dengan sentimen positif yang datang dari beberapa lembaga internasional.
Dalam Laporan Kebijakan Moneter III/2010 yang baru saja dirilis, Bank Indonesia menyebutkan perbaikan prospek investasi didukung oleh sentimen positif yang datang dari beberapa lembaga internasional.
Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) menyebutkan dalam laporannya tentang aturan Investasi G-20 (Juli 2010) bahwa Indonesia bersama tujuh negara lainnya di G20 (Australia, Brasil, Kanada, Cina, India, Arab Saudi dan Afrika Selatan) sebagai negara yang telah menerapkan regulasi investasi yang menuju tren liberalisasi arus modal asing atau kejelasan peraturan yang lebih baik.
Sementara itu, Investor Dashboard Survey oleh ING (Juli 2010) juga menyebutkan terjadi kenaikan sentimen dari 133 pada triwulan I-2010 menjadi 140 di triwulan II-2010 yang menunjukkan terjaganya kepercayaan investor di Indonesia.
Sentimen positif lainnya berupa kenaikan ranking daya saing Indonesia dari posisi ke-54 (2009) ke posisi ke-44 (2010) menurut Global Competitiveness Index terbitan September 2010. Selain itu, United Kingdom Trade and Investment juga menaikkan ranking Indonesia sebagai negara tujuan investasi selain negara-negara Brazil, Rusia, India dan China (BRIC) dari posisi ke-6 menjadi posisi ke-2.
"Berbagai kenaikan peringkat tersebut diprakirakan berdampak positif terhadap kegitan investasi di Indonesia ke depan," tulis Dewan Gubernur BI dalam laporan tersebut.
Karena itu, BI berkeyakinan kepercayaan investor asing terus meningkat seiring dengan membaiknya persepsi terhadap risiko domestik serta ekspektasi akan tercapainya peringkat "investment grade" yang semakin kuat.
Bahkan, BI juga mencatat investasi di berbagai daerah juga diperkirakan terus membaik. Indikasi membaiknya investasi terlihat dari perkembangan indikator dini investasi seperti konsumsi semen, survei harga properti residensial Bank Indonesia, dan impor barang modal.
Secara umum, perkembangan indikator-indikator tersebut menunjukkan perbaikan di seluruh wilayah Indonesia, yaitu peningkatan pertumbuhan semen, pembangunan rumah yang masih tinggi. Indikator investasi lainnya, terlihat pada peningkatan impor barang modal, yang terjadi di wilayah Jakarta dan Sumatera. Peningkatan barang modal Sumatera terjadi pada peralatan transportasi industri, sementara di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara terjadi pada alat industri.
Investasi diperkirakan tumbuh tinggi pada tahun 2010 sebesar 9,9-10,2 persen dan terus meningkat menjadi 11,7-12,2 persen pada tahun 2011. Tingginya prospek permintaan domestik maupun eksternal serta optimisme dunia usaha akan kegiatan ekonomi ke depan mendukung prospek peningkatan investasi. Peningkatan investasi juga didukung oleh trend penurunan sukubunga kredit investasi yang diperkirakan terus berlangsung.Lihat Sumbernya
Jakarta ( News) - Pengamat pasar saham, Krisna Dwi Setiawan, memperkirakan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dapat mencapai angka 3.200 poin pada akhir tahun ini, karena arus modal asing ke pasar domestik makin meni
Berita tentang kemungkinan diizinkannya orang asing memiliki properti di Indonesia menimbulkan harapan baru di kalangan pengusaha. Sepanjang tahun 2008-2009 masih ada pemilik properti yang terimbas krisis. Namun, kalau dibuka, menurut Menteri Perumahan Ra